MAKALAH
GRAF DAN ANALISIS ALORITMA
Disusun Untuk Memenuhi Tugas Mata
Kuliah Graf dan Analisi Algoritma
Dosen Pengampu : Rukin Sudarwanto.
S.Pd.,M.T.I
DISUSUN
OLEH :
NAMA : M. HASAN
UBAIDILLAH
NIM : 1957201045
SEMESTER : 4 (Empat)
PROGAM
STUDI SISTEM INFORMASI
FAKULTAS SAINS DAN TEKNOLOGI
UNIVERSITAS NAHDLATUL ULAMA LAMPUNG
TAHUN 2021
KATA PENGANTAR
Lampung Timur, 16 Maret 2021
M. Hasan ubaidillah
BAB
I
PENDAHULUAN
1.1 LATAR BELAKANG
Dalam teori grafik, permasalahan penugasan bersyarat
membahas bagaimana menemukan susunan pemberian tugas atau pekerjaan pada
pekerja agar sebuah pekerjaan tersebut dapat dilakukan dengan seoptimal mingkin
dengan beberapa konstrain permasalahan yang ada. Pemasalahan penugasan
bersyarat yang diangkat dalam penelitian ini diambil dari persoalan SPOJ Klasik
6819 yang berjudul Yet Another Assignment
Problem dengan kode soal ASSIGN5. Permasalahan tersebut akan diselesakan
dengan pendekatan pencarian Maximum-size
Matching pada sebuah birpartite graph.
Pada
permasalahan Yet Another Assignment
Problem, terdapat beberapa pekerjaan dan beberapa orang pekerja yang akan
mengerjakan pekerjaan tersebut. Setiap pekerjaan harus dilakukan oleh semua
orang yang ada serta setiap orang memiliki waktu yang dibutuhkan tersendiri
dalam menyelesaikan pekerjaan tersebut. Setiap orang hanya dapat mengerjakan
sebuah pekerjaan dan sebuah pekerjaan hanya dapat dikerjakan oleh satu orang
dalam satu waktu. Pekerjaan yang dimaksud juga bersifat independen dalam artian
dapat dilakukan
kapanpun oleh setiap orang. Semua orang juga
dapat berhenti kapanpun untuk melakukan sebuah pekerjaan tersebut.
1.2 Rumusan Masalah
1.
Apa Pengertian Graf?
2.
Terminologi dasar graf?
1.3 Tujuan Penulisan
1. Mengetahui Pengertian Graf?
2. Terminologi
dasar Graf?
BAB
II
PEMBAHASAN
A.
PENGERTIAN GRAF
Algoritma Hopcroft-Karp
adalah algoritma yang memerlukan bipartite
graph sebagai masukannya dan menghasilkan maximum-size matching didalam grafik tersebut sebagai keluarannya. Algoritma ini
ditemukan John Hopcroft and
Richard Karp pada tahun 1973.
Sebagian besar ide dasar dari algoritma ini hampir
sama dengan teknik inverting augmenting
path dalam mencari maximum-size
matching, hanya saja algoritma ini mencari beberapa augmenting path sekaligus dalam sekali iterasi dengan meggunakan
himpunan maksimal dari augmenting path terpendek. (Izzuddin et al., 2016)
Graf digunakan untuk menggambarkan hubungan antara titik atau
simpul dengan tepi atau garis yang saling berhubungan. Jurnal tentang graf
pertama kali ditulis oleh matematikawan Swiss Leonhard Euler (1707-1783) dengan
karya yang terkenal yaitu Kӧnigsberg
Bridge Problem, dimana kota Kӧnigsberg
(sekarang bernama Kaliningrad) yang berada di Prussia Timur merupakan wilayah
yang terdiri dari dua pulau dan dikelilingi oleh sungai, dimana antarkota
dihubungkan denga tujuh jembatan. (Sholikhatin
et al., 2020)
Teori Graf merupakan salah satu kajian dalam matematika diskrit yang
digunakan untuk merepresentasikan objek-objek diskrit dan hubungan antara
objek-objek diskrit tersebut. Teori Graf banyak diterapkan dalam berbagai
bidang keilmuan diantaranya : optimalisasi jaringan (baik itu jaringan
transmisi nasional, jaringan listrik PLN, saluran air PDAM maupun jaringan komunikasi),
ekonomi, psikologi genetika dan riset operasi. Tulisan ini membahas tentang
pohon merentang minimum (minimum spanning
tree), khususnya algoritma prim, dan penerapannya dalam jaringan transmisi
khususnya jaringan transmisi nasional provinsi Sulawesi Selatan, sehingga
jaringan transmisi tersebut dapat optimal (minimum). (Kementerian
Kesehatan Republik Indonesia, 2016)
B. Terminologi Dasar Graf
Berikut
ini adalah beberapa terminologi atau istilah-istilah yang sering digunakan
dalam graf.
1. Bertetangga (adjacent)
Dua
buah simpul dikatakan bertetangga jika kedua simpul tersebut terhubung oleh
suatu sisi.
Pada
Gambar 1, simpul 1 dan 2 dikatakan bertetangga karena dihubungkan oleh sisi e1, sedangakan simpul 1 dan 4 tidak bertetangga karena
tidak ada sisi yang menghubungkan keduanya.
2. Bersisian (incidency)
Suatu
sisi e dikatakan bersisian dengan
simpul v1 dan v2 jika e menghubungkan kedua simpul tersebut.
3.
Simpul terpencil (isolated
vertex)
Jika
suatu simpul tidak memiliki sisi yang bersisian dengannya maka disebut simpul
terpencil.
4. Derajat (degree)
Derajat suatu simpul menyatakan
jumlah sisi yang bersisian dengan simpul tersebut.
5.
Lintasan (path)
Lintasan
yang panjangnya n dari simpul awal v0 ke simpul tujuan vn dalam sebuah graf ialah
barisan berselang-seling simpul-simpul dan sisi-sisi yang berbentuk v0, v1,
v2, v3, ..., vn.
BAB III
KESIMPULAN
Berdasarkan
hasil penelitian yang dilakukan
dapat disimpulkan bahwa dengan penggunaan Algoritma Prim ini penghematan
kabel dapat dilakukan sepanjang 222 km.
DAFTAR PUSTAKA
Izzuddin, M., Wijaya, A. Y., & Soelaiman, R. (2016).
Desain dan Analisis Algoritma Penyelesaian Permasalahan Penugasan Bersyarat
dengan Representasi Bipartite Graph. Jurnal Teknik ITS, 5(2),
2–4. https://doi.org/10.12962/j23373539.v5i2.16858
Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. (2016). No 主観的健康感を中心とした在宅高齢者における 健康関連指標に関する共分散構造分析Title. 07(June),
50–61.
Sholikhatin, S. A., Prasetyo, A. B., Nurhopipah, A.,
Komputer, F. I., & Purwokerto, U. A. (2020). Aplikasi Berbasis Desktop
Untuk Penyelesaian Graph Dengan. 3(2), 89–93.
