Pada hari
ini, Senin, 27 Januari 2025, pasar saham Indonesia sedang mengalami libur selama
tiga hari, mulai dari 27 hingga 29 Januari 2025, bertepatan dengan peringatan
Isra' Mi'raj dan Tahun Baru Imlek.
Meskipun
Bursa Efek Indonesia sedang libur, pergerakan pasar saham global tetap
berlangsung dan dapat mempengaruhi sentimen investor domestik saat perdagangan
dibuka kembali pada 30 Januari 2025. Berikut adalah beberapa perkembangan penting
di pasar saham global:
Teknologi Global Tertekan oleh
Kompetisi AI dari China
Saham-saham
teknologi global mengalami tekanan signifikan akibat kekhawatiran atas
persaingan di bidang kecerdasan buatan (AI) dari China. Nvidia, misalnya,
mengalami penurunan saham sebesar 12% setelah perusahaan China, DeepSeek,
meluncurkan model AI yang menggunakan chip lebih murah. Penurunan ini juga
mempengaruhi saham perusahaan teknologi lainnya seperti Taiwan Semiconductor
Manufacturing Co. (TSMC), Microsoft, Meta Platforms, dan Tesla.
Kinerja Positif AT&T
Di sisi
lain, AT&T melaporkan peningkatan laba kuartal keempat sebesar 70%
dibandingkan tahun sebelumnya, mencapai $4,41 miliar atau 56 sen per saham,
dengan pendapatan sebesar $32,3 miliar. Hasil ini melampaui ekspektasi analis
dan mendorong kenaikan saham AT&T sebesar 2% dalam perdagangan prapasar.
Perkembangan Politik Internasional
Presiden
Donald Trump membatalkan ancaman tarif terhadap Kolombia setelah negara
tersebut setuju menerima penerbangan repatriasi dari AS. Langkah ini diharapkan
dapat meredakan ketegangan perdagangan antara kedua negara.
Pergerakan Bursa Asia
Meskipun
beberapa pasar di Asia tutup karena libur, indeks Hang Seng di Hong Kong naik
0,66% ke posisi 20.197,77, didorong oleh ekspektasi suntikan dana dari
pemerintah Tiongkok.
Investor di
Indonesia diharapkan memantau perkembangan ini dengan cermat selama periode
libur bursa untuk mempersiapkan strategi investasi yang tepat saat perdagangan
dibuka kembali.
